Tulungagung — Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UIN Sultan Amai Gorontalo, Nurul Fadhilah, M.E.K., mengikuti rangkaian Pertemuan Asosiasi Program Studi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) pada 8–10 September 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur. Pertemuan tersebut dirangkaikan dengan SATU International Conference (SATU ICON) 2026 bertema “Green, Blue, and Circular: An Integrated Framework for Sustainable Global Economy”. Pada konferensi ini, Nurul Fadhilah meraih penghargaan Best Presenter Award.
Pertemuan APSESI digelar sebagai upaya bersama memperkuat persiapan akreditasi program studi ekonomi syariah di seluruh Indonesia agar meraih predikat Unggul dan berdaya saing internasional. Kegiatan ini diikuti oleh ketua program studi dan jurusan ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi anggota asosiasi, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor.
Pengabdian Internasional untuk Nelayan dan UMKM Pesisir
Rangkaian kegiatan dibuka pada Selasa, 8 September 2026, dengan International Community Service bertajuk “Strengthening Islamic Financial Literacy and Productivity to Enhance the Economic Resilience of Fishermen and Coastal MSMEs in Southern East Java”. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah dan produktivitas nelayan serta pelaku UMKM pesisir di wilayah selatan Jawa Timur, sebagai wujud peran program studi ekonomi syariah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
FGD Menuju Akreditasi Unggul
Pada Rabu, 9 September 2026, APSESI menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Rektorat Lantai 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan tema “APSESI Menuju Akreditasi Prodi Ekonomi Syariah yang Unggul dan Berdampak bagi Perkembangan Ekonomi Nasional”. Forum ini menjadi ruang berbagi strategi dan pengalaman antarprogram studi dalam menghadapi akreditasi, termasuk penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) dan kesiapan menuju akreditasi Unggul LAMEMBA.

Suasana FGD APSESI di Aula Rektorat Lt. 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Rabu (9/9/2026).
Raih Best Presenter di SATU ICON 2026
Di hari yang sama, Nurul Fadhilah tampil sebagai pemakalah pada sesi paralel SATU ICON 2026 dengan membawakan makalah berjudul “Local Government Intervention and Multi-Helix Governance for Halal Tourism-Based MSME Empowerment: Evidence from Pantai Batu Pinagut, North Bolaang Mongondow, Indonesia”. Makalah yang disusun bersama tim penulis dari UIN Sultan Amai Gorontalo ini mengkaji peran intervensi pemerintah daerah dan tata kelola multipihak (multi-helix) dalam memberdayakan UMKM berbasis pariwisata halal di kawasan Pantai Batu Pinagut, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Penelitian tersebut menyoroti konteks yang khas: Bolaang Mongondow Utara merupakan wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di tengah Provinsi Sulawesi Utara yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Konteks ini membuka peluang tersendiri bagi pengembangan destinasi wisata ramah Muslim yang berpihak pada pelaku usaha lokal.

Pemaparan konteks penelitian pariwisata halal di Bolaang Mongondow Utara di hadapan peserta konferensi.
Atas penampilannya, Nurul Fadhilah dinobatkan sebagai Best Presenter pada kelompok tema “Halal, Sustainable, and Circular Tourism”. Penghargaan ini diserahkan oleh panitia SATU ICON 2026 dan tertuang dalam sertifikat yang ditandatangani oleh Dekan FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag., dan Ketua Panitia, Dr. Mashudi, M.Pd.I.
Kebanggaan Program Studi
Keikutsertaan dalam pertemuan APSESI memberikan manfaat langsung bagi Program Studi Ekonomi Syariah UIN Sultan Amai Gorontalo, khususnya dalam memperkuat jejaring antarprogram studi dan menyiapkan langkah strategis menuju akreditasi Unggul. Sementara itu, penghargaan Best Presenter menjadi bukti bahwa riset dosen program studi mampu bersaing dan diapresiasi di forum ilmiah internasional.
Program Studi Ekonomi Syariah berharap capaian ini dapat memotivasi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus aktif meneliti, mengabdi kepada masyarakat, dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.